Itukemasan makanankotakindustri
Kemasan makanan(kotak tanggal.kotak cokelat), industrikotakUni Emirat Arab akan memimpin pertumbuhan masa depan seluruh industri Timur Tengah.
Pengemasan makanan memainkan peran penting dalam pengawetan makanan. Pada tahun 2020, ukuran pasar pengemasan makanan di Uni Emirat Arab mencapai $2,8135 miliar, dan diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 4,6% dari tahun 2021 hingga 2026, mencapai $6,19316 miliar. Dubai akan memimpin pertumbuhan industri ini.
Urbanisasi yang pesat biasanya berujung pada peningkatan pengeluaran konsumen dan produksi barang konsumsi, yang akan mendorong pertumbuhan yang diharapkan di UEA dan wilayah sekitarnya.
Produk sampingan beracun dari pembuatan bahan kemasan makanan sangat banyak.
Pengemasan makanan bergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk masa simpan produk, suhu yang dibutuhkan sebelum pengiriman, wadah yang sesuai untuk pengiriman, dan penggunaan produk.
Sebagai contoh, makanan olahan membutuhkan beberapa lapisan kemasan dan pengawet untuk mempertahankan umur simpan yang lebih lama. Banyak minuman cair membutuhkan botol plastik, kaca, logam, atau kaleng untuk mencegah tumpahan. Karena produk yang dapat terurai secara hayati hanya digunakan sekali, limbah yang dihasilkan dari kemasan makanan meningkat dengan cepat.
Setiap bentuk kemasan makanan menggunakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui seperti minyak dan mineral, yang seringkali menghasilkan emisi, termasuk gas rumah kaca yang berdampak buruk pada lingkungan. Kemasan makanan sering disalahpahami sebagai biaya ekonomi dan lingkungan tambahan. Sebaliknya, kemasan makanan justru mengurangi nilai tambah limbah. Bahan kemasan untuk "produk biologis" yang dapat digunakan berulang kali dapat menjadi terobosan baru yang sangat dibutuhkan dalam industri ini.
Waktu posting: 09 Mei 2023

